Tuesday, October 26, 2010

Bagaimana cara membuat/menulis Artikel Non-fiksi ?

Mungkin anda sudah tahu apa itu tulisan Non-fiksi ?

Ok… disini saya ingin menjelaskan sedikit pengertian dari Tulisan Non-fiksi.

Tulisan Non-fiksi adalah tulisan-tulisan yang isinya BUKAN FIKTI (bukan hasil imajinasi/rekaan si penulisnya). Dengan kata lain Non-fiksi adalah karya yang bersifat faktual. Hal-hal yang terkandung didalamnya adalah nyata, artinya benar-benar ada dalam kehidupan kita.
Jadi anda sudah pasti setuju sekarang, bahwa jenis-jenis karya berikut ini merupakan karya Non-fiksi :
Artikel, opini, resensi buku, karangan ilmiah, skripsi, tesis, tulisan-tulisan yang berisi pengalaman pribadi si penulisnya (seperti diary, laporan perjalanan wisata), berita di koran/majalah/tabloid, film dokumenter, dan masih banyak lagi yang lalinnya…

“ Artikel adalah istilah yang sering dipakai oleh majalah – majalah. Sebagaimana jurnalisme mensakralkan fakta, artikel pun menegaskan muatan fakta sebagai isi sajiannya, bukan fantasi. Artikel ialah tulisan non fiksi yang mengangkat berbagai kejadian, pergerakan, kecenderungan, dan proses sosial yang terjadi di masyarakat ”. (Nelson, 1978 ).

Tips untuk membuat Artikel yang bersifat Non-fiksi, menurut saya sih… pada dasarnya cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan "bahan dasar" sebagai berikut:

Pertama Yaitu  Ide

Kedua Yaitu Berfikir sistematis

Ketiga Yaitu Fokus pada masalah. (Jangan suka melebarkan topik ke mana-mana)

Keempat Yaitu Data (ini cukup relatif, karena ada juga artikel yang bisa ditulis tanpa harus mencari data)

Kelima Yaitu  Satu alinea = satu ide. 

Jika kelima poin ini sudah kita miliki dan kita terapkan, maka Insya Allah, menulis Non-fiksi bisa menjadi pekerjaan yang sangat mudah.


Untuk lebih jelasnya lagi, marilah baca dibawah ini :

Pertama Yaitu  Ide
Ide itu ada di mana-mana. Kali ini, kita mengambil contoh ide yang sederhana saja, yakni: "saya ingin membaca buku sebanyak-banyaknya, tapi saya tidak punya waktu dan tidak punya uang untuk membeli buku yang banyak."
Nah, ini adalah ide yang cukup bagus dan bisa kita angkat menjadi sebuah tulisan. Di dalam ide ini terdapat sebuah masalah yang dapat kita kembangkan nantinya.

Kedua Yaitu Berfikir sistematis
Setelah idenya ketemu, saatnya kita berpikir sistematis. Menurut saya, berpikir sistematis ini penting sekali. Salah satu kegagalan para penulis pemula adalah: mereka belum terbiasa berpikir secara sistematis. Akibatnya, mereka punya ide, tapi bingung harus mulai dari mana, bagaimaan cara mengembangkannya, dan seterusnya. Oleh karena itu, kalau kita ingin jadi seorang penulis Non-fiksi yang berhasil, cobalah mulai berlatih berpikir sistematis. Begitu ada ide, kita analisis/menganalisa dia secara runut, poin per- poin, langkah demi langkah.

Ketiga Yaitu Fokus pada masalah
Nah, ini adalah masalah yang seringkali tidak kita sadari ketika menulis. Sebab, kita merasa bahwa apa yang kita tulis masih berhubungan dengan tema utamanya, padahal sebenarnya tidak terlalu berhubungan, dan tidak perlu dibahas.
Misalnya begini:
Ketika menulis tentang ide di atas (kendala saya dalam membaca buku), kita tanpa sadar membahas tentang "gerakan gemar membaca yang dicanangkan pemerintah." Kita uraikan tema ini panjang lebar, ditambah berbagai data penunjang.
Hm, kalau tema ini dibahas sekilas saja, mungkin tidak terlalu masalah, karena justru bisa menjadi penguat argumen kita bahwa membaca itu memang sangat penting. Dan memang, tema "gerakan gemar membaca" ini masih berkaitan erat dengan ide yang sedang kita tulis. Masalahnya adalah, jika kita mulai membahas tema tambahan ini secara panjang lebar, tulisan kita menjadi tidak fokus lagi. Di dalamnya sudah ada dua tema besar yang sama-sama kuat. Dan pembaca nantinya akan bingung, "si penulis ini sebenarnya sedang membahas apa, sih?"

Keempat Yaitu Data
            Alangkah bagusnya jika tulisan ini kita lengkapi dengan data pendukung. Misalnya: berapa koleksi buku yang telah saya miliki, berapa rata-rata harga buku. Dari total penghasilan saya, berapa rupiah yang dapat saya sisihkan untuk membeli buku. Dan seterusnya. Data ini akan membuat tulisan kita lebih "kaya".

Kelima Yaitu  Satu alinea = Satu ide (satu ide dalam satu alinea/paragraph). 
            Ini sebenarnya sudah kita ketahui bersama, karena sudah diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia sejak kita dibangku SD. Tapi mungkin kita sudah lupa atau kurang membiasakan diri.
            Untuk jadi penulis yang baik, mentaati asas "satu ide satu alinea" itu sangat penting, dan sangat membantu kita untuk bisa fokus pada ide utama tulisan, untuk membuat tulisan yang sistematis. Kalau asas ini kita langgar, bisa saja idenya berloncatan dari sana ke mari. Misalnya : Ide A sudah dibahas di alinea 1, eh.. dibahas lagi di alinea 7. Ide B dibahas bersama ide A di alinea 1, lalu ide B muncul lagi di alinea 9. Demikian seterusnya. Kan jadi mumet membacanya!

            Mungkin cukup demikian menurut saya, inilah Tips utama dalam menulis karya Non-fiksi. Selanjutnya, yang mungkin kita butuhkan hanyalah latihan saja. Karena belajar tanpa latihan/praktek sama saja dengan Sia-sia.
           
Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah ilmu buat kalian semua si pembaca.